Inilah foto moment-moment dimana secara tidak disadari aksi tennis cewek yang kelihatan cd-nya hebat ya yang nangkep fotonya ini kita ucapkan terima kasih buat sang fotografer sudah mengabadikan foto ini
Kamis, 13 Oktober 2011
FOTO HOT DAN SEKSI PETENIS DUNIA
Selasa, 20 September 2011
Anda Ingin Hidup Lebih Bahagia dan Sehat? Bangunlah di Pagi Hari
Namun, berdasarkan sejumlah studi baru yang dilakukan beberapa ilmuan menyebutkan bahwa, jika Anda ingin hidup lebih bahagia dan sehat, bangunlah di pagi hari?
Para peneliti menyebutkan orang yang bangun pagi cenderung lebih sehat, bahagia dan ramping ketimbang mereka yang bangun lebih siang. Mereka yang terbiasa bangun siang justru lebih mudah stres dan menyebabkan kegemukan.
Penemuan ini didasarkan pada survei yang diberikan kepada 1.068 orang dewasa dengan berbagai pertanyaan tentang tingkat kebahagiaan, kecemasan, kesehatan fisik dan pola makan serta tidur mereka.
Hasilnya, orang yang bangun dan memulai kegiatan pagi hari, rata-rata pada pukul 06.58 pagi, merasa lebih bahagia dalam menjalankan aktivitas. Sedangkan mereka yang bangun lebih siang (pukul 08.54 pagi) cenderung tidak terlalu bersemangat. Tapi di hari libur, kedua kelompok ini masing-masing menambah waktu tidur mereka menjadi lebih satu jam.
Dr Joerg Huber dari Roehampton University mengatakan ada orang pagi dan orang malam, dan orang-orang yang bangun pagi hari cenderung lebih sehat dan bahagia serta memiliki indeks massa tubuh lebih rendah.
"Bangun pagi mungkin akan lebih baik bagi kita yang hidup di dunia industri," kata Huber, sebagaimana dilansir dari The Telegraph.
Huber menambahkan, ada faktor yang membuat seseorang akhirnya bangun siang, misalnya dalam pekerjaan mengharuskan orang tersebut lembur. Juga bisa disebabkan karena banyak menonton televisi hingga larut malam sehingga telat bangun pagi.
( Sumber: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1775827/ingin-lebih-sehat-dan-bahagia-bangun-pagi )
--
Source: http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/09/anda-ingin-hidup-lebih-bahagia-dan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Kopi Baik untuk Kesehatan Jantung?
Para ilmuwan menemukan mengonsumsi secara teratur kedua minuman tersebut secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung hingga seperlimanya.
Dan yang lebih mengejutkan, pada saat bersamaan minuman tersebut tidak menyebabkan peningkatan risiko terhadap penyakit lainnya seperti stroke.
"Hasil penelitian kami menemukan manfaat dari minuman kopi dan teh terjadi tanpa meningkatkan risiko stroke atau kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut," ucap Dr. Yvonne Van Der Schouw, ahli penyakit kronis dari University Medical Center Utrecht, Netherlands.
Dalam penelitiannya Dr. Yvonne beserta timnya melihat efek mengonsumsi teh dan kopi terhadap 37.514 partisipan. Selama 13 tahun, mereka memperhatikan perkembangan partisipan untuk memonitor penyakit jantung dan risiko kematian yang mungkin menyerang.
Mereka menemukan bahwa teh memiliki dampak yang luar biasa terhadap penyakit jantung, namun mengonsumsi kopi secara teratur juga memiliki manfaat yang sama.
Partisipan yang mengonsumsi 3-6 cangkir teh dalam sehari, 45 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari satu cangkir.
Risiko itu bahkan dapat berkurang hingga 36% pada mereka yang mengonsumsi lebih dari enam cangkir teh setiap hari.
Kabar baik ini juga berlaku bagi penikmat kopi. Penelitian menunjukan, mengonsumsi 2–4 cangkir kopi dalam sehari dapat mengurangi risiko maslaah jantung hingga 20%.
Para peneliti yang telah menerbitkan temuannya dalam Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, Journal of the American Heart Association, menyakini manfaat kesehatan ini diperoleh dari antioksidan yang terkandung dalam kedua jenis minuman, dimana zat tersebut dapat menekan radikal bebas yang merusak tubuh.
Ini adalah penelitian terbaru yang menemukan hubungan manfaat kesehatan dari dua jenis minuman yang menjadi favorit masyarakat dunia ini.
Sebelumnya telah diklaim bahwa teh dan kopi dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, diabetes, stres dan bahkan jerawat. Namun, dua minuman ini juga dikaitkan dengan peningkatkan risiko penyakit kanker, tekanan darah ringgi dan arthitis.
"Penelitian ini menambah bukti baru bahwa mengonsumsi kopi dan teh tidak berbahaya bagi kebanyakan orang dan bahkan bisa mengurangi peningkatan penyakit jantung dan risiko kematian," ucap Ellen Mason, Senior Cardiac Nurse at the British Heart Foundation.
Meskipun demikian Ellen mengingatkan bahwa menjalani gaya hidup sehat merupakan hal terpenting jika ingin jantung Anda selalu dalam kondisi yang lebih baik. Meminum kopi sambil menghisap rokok tidak akan memberikan manfaat positif tersebut.
Begitu pula jika Anda meminum bercangkir-cangkir teh di depan televisi selama berjam-jam tanpa berolahraga. Ini sama sekali tidak akan dapat melindungi jantung Anda.
( Sumber: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1775577/wah-kopi-baik-untuk-kesehatan-jantung )
--
Source: http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/09/kopi-baik-untuk-kesehatan-jantung.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Sekretaris S*ksi
Postingan kali ini mengajak anda untuk sedikit berfantasi, bagaimana sekiranya jika anda mempunyai sekretaris seperti wanita ini. Dengan sekretaris pribadi seperti ini yang selalu sigap mengangkat telpon masuk pasti membuat anda betah bekerja seharian di kantor…
Source: http://osserem.blogspot.com/2011/09/sekretaris-sksi.html
--
Source: http://www.i-dus.com/2011/09/sekretaris-sksi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com
RATAPAN KITA TERHADAP MAINAN JADUL
Ada yang baru dari perahu othok-othok yang berbahan kaleng itu. Sekarang ada versi berlayar. Saya menemukannya di pasar malam dugder(an) Semarang kemarin. Harga tanpa negosiasi Rp 10.000 per buah. Untuk yang tanpa layar versi kecil Rp 5.000 per buah. Penjualnya orang Cirebon, datang ke Semarang setahun sekali setiap dugder(an) menjelang Ramadan.
Jika kita bicara mainan lama, maka yang merambati diri kita adalah nostalgia dan eksotisisme. Nostalgia itu soal pengalaman masa lalu — kalau mengalami. Eksotisisme itu perkara cita rasa: kerinduan terhadap sesuatu yang langka, agak menyalahi zaman, dan dalam kasus kapal eh… perahu kaleng adalah tidak canggih.
Lantas apa masalahnya? Urusan menjadi konyol jika kita selalu memutar lagu yang sama dengan lirik, "Sayang ya anak sekarang nggak kenal gitu lagi. Padahal mainan lawas itu blablablabla… Sayaaanggggg…. banget."
Lagu akan disusul bagian kedua jika ditambahi, "Coba lihat mainan dari kulit jeruk bali. Mana ada? Dulu itu anak diajari kreatif, anu, anu, anu…"
Stop. Cukup. Tak selesai soal jika semuanya hanya menjadi keluhan, ratapan. Tapi kalau bisanya hanya itu ya apa boleh buat, lantas suatu kali kalau muncul pustaka asing yang memuat mainan lawas kita hanya merenges, lalu sibuk mencari alasan kenapa tak mau mendokumentasikannya. Paling klise adalah "nggak sempat", dan lebih parah lagi "nggak kepikir".
Maka sebaiknya perbincangan kita belokkan ke wilayah lain. Mainan hanya bertahan jika masih fungsional, misalnya menarik dan menyenangkan, pun mendatangkan kegembiraan bersama teman.
Itu sebabnya mobil-mobilan dan boneka terus bertahan, sebagian dengan berganti bahan dan rupa. Mobil plastik menggantikan mobil kaleng. Action figures, yang merupakan brands, menggantikan wayang dari atom tanpa jenama.
Pengertian "dimainkan bersama teman" sudah bertambah arti. Selain bersua dalam komunitas (tidak harus dalam pertetanggaan) juga dipamerkan, dipertukarkan, dan bahkan diperjualbelikan di internet. Oh ya, untuk Indonesia komunitasnya pun berbasis internet; dari milis, forum, situs khusus, sampai Facebook.
Ketika sebuah mainan lama hanya menjadi klangenan, sesungguhnya dia sudah tak murni fungsional lagi. Dia tak lebih sebagai collector's item yang bisa meningkat menjadi komoditas "kolekdol". Gampangannya: bapaknya menjadikannya sebagai hiasan dan koleksi (bahkan dagangan), tetapi anaknya emoh memainkannya — bahkan dilarang.
Soal lain adalah standar industri mainan yang ramah konsumen modern. Amankah perahu othok-othok yang logamnya runcing? Mudahkah sampahnya didaur ulang? Juga, amankah bahan catnya bagi anak kecil (maupun orang dewasa)?
Marilah kita mengumandangkan paduan suara: "Dulu zaman kita nggak ada anak mati gara-gara kapal kaleng — kecuali selagi main kejatuhan atap runtuh."
Saya contohkan standar industri sebagai penyodoran ekstremitas. Sesungguhnya kita tak pernah berpikir sejauh itu. Kita, terutama orang dewasa, lebih sering terjebak dalam kecanggungan. Termasuk saya.
Saya sebut canggung karena saya pun tak banyak memperkenalkan mainan lawas dan mainan "tradisional" kepada anak saya. Kalau pun pernah mencoba, dan gagal, saya tak meratapi lalu menyalahkan industri mainan modern (terutama RRC), apalagi menyalahkan internet.
Kalau anak-anak tak tertarik, lagi pula untuk mainan tertentu memang tak ada lahannya (misalnya sepak sekong dan benthik), masa sih mereka saya paksa?
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !
noreply@blogger.com (x) 20 Sep, 2011
--
Source: http://wisbenbae.blogspot.com/2011/09/ratapan-kita-terhadap-mainan-jadul.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com
--
Source: http://www.i-dus.com/2011/09/ratapan-kita-terhadap-mainan-jadul.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com














