Header Ad Banner

ads

Minggu, 13 Mei 2012

Mr. P Pun Bisa Mengalami Penurunan 'Kualitas'

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Selama ini kita selalu diresahkan dengan bagaimana jika nanti setelah melahirkan, atau karena suatu hal Miss V kita menjadi tidak sekencang dulu lagi, dan mengecewakan suami. Nyatanya, pria pun bisa mengalami masalah yang sama, yaitu cemas akan bentuk dan penampakan Mr. P-nya yang bisa berubah mengecewakan. Selama ini memang urusan penampakan jarang dibahas, performa lebih diutamakan. Padahal tidak bisa dipungkiri, penampakan pun memengaruhi gairah untuk bercinta, baik untuk pria maupun wanita. Nah, berikut ini beberapa penurunan 'kualitas' yang terjadi seiring dengan usia dan perubahan fisik pria.

Penampakan dan warna

Saat aliran darah berkurang kegencarannya, maka warna Mr. P juga akan berubah. Bagian kepala Mr. P menjadi tidak semerah saat masih muda. Selain itu, pubic hair juga akan mengalami perontokan sebagai akibat dari penurunan hormon testosterone seiring usia pria. Secara bertahap, Mr. P akan kembali pada kondisi sebelum pubertas ketika hormon testosterone berkurang, jelas Irwin Goldstein, MD, dikutip dari WebMD.

Ukuran

Tidak hanya usia, kondisi fisik pria juga bisa memengaruhi penampakan Mr. P. Seiring pria bertambah dewasa, umumnya mereka menjadi gemuk, penumpukan lemak di perut bagian bawah ini akan membuat batang Mr. P terlihat menyusut. Panjang Mr. P saat ereksi juga bisa berkurang seiring usia. Dikutip dari WebMD, Goldstein menyebutkan jika seseorang bisa ereksi sepanjang 15 cm saat usia 30 tahun, maka pada usia 60-70an tahun itu akan berkurang menjadi 12,5 cm saja. Sekali lagi ini disebabkan karena lemak, yaitu lemak pada pembuluh darah yang mengganggu aliran darah ke Mr. P sehingga tidak bisa ereksi dengan normal. Tidak hanya pada batang Mr. P, testikel pria juga akan menyusut diameternya yang dimulai sejak usia 40an tahun.

Berkurva!

Jika jaringan terluka, membekas dan menumpuk, ini akan menyebabkan Mr. P bengkok. Biasanya terjadi pada usia-usia pertengahan, dan bisa menyebabkan ereksi yang sangat menyakitkan serta mempersulit intercourse. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan operasi.

Sensitivitas

Bukan cuma performa memuaskan wanita, sensitivitas Mr. P juga penting untuk pemiliknya sendiri. Sensitivitas ini ternyata juga menurun seiring usia, akibatnya Mr. P akan sulit untuk ereksi dan juga sulit untuk mencapai orgasme. Tentu ini akan memengaruhi kepuasan pria dalam berhubungan.

Namun kedewasaan seseorang dan bertambahnya usia untungnya juga membuat pria bisa berpikir lebih luas. Seks tidak hanya soal ukuran fisik atau performa yang gemilang, yang terpenting adalah bagaimana memuaskan dirinya dan pasangan. Jika bisa menjaga tubuh agar tetap fit sampai tua, tentu merupakan nilai plus untuk pasangannya!
GABUNG Halaman Facebook saya Menjelma.com ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
FOLLOW TWITTER saya menjelma.com ,dengan mengklik dibawah ini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35
Sumber:pologolun.blogspot.com

www.menjelma.com 13 May, 2012


-
Source: http://www.menjelma.com/2012/05/mr-p-pun-bisa-mengalami-penurunan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar to “Mr. P Pun Bisa Mengalami Penurunan 'Kualitas'”

SPONSOR

STATISTIC

 

Copyright © 2009 by Bola80

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger