JAKARTA--Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku prihatin atas tragedi tabrak maut di kawasan Tugu Tani, Jalan M. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta, Minggu (22/1) yang menewaskan sembilan pejalan kaki.
Apalagi, pengemudi Daihatsu Xenia, Apriani Susanti (29) positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu setelah menjalani tes di RS Kramat Jati, Jakarta. Bekas Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan, itu menambahkan kalau dilihat dari tempat kejadian menunjukkan bahwa pengemudi betul-betul lalai.
"Ya, pertama kita sedih dan ada rasa marah masyarakat yang betul-betul menjadi korban kecerobohan dari seorang yang mengemudi yang katakanlah menggunakan narkoba kemudian menewaskan korban sembilan orang," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (24/1), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Ia menegaskan, perlu ada razia cukup besar kepada tempat hiburan malam yang memberikan kebebasan untuk menggunakan narkoba, minuman keras (keras) dan sebagainya yang berlebihan sehingga akan menimbulkan korban yang cukup banyak.
Yang kedua, Pramono mengatakan, perlunya Pemda DKI Jakarta memikirkan perlindungan terhadap orang yang menggunakan jalan untuk berjalan kaki. "Kan kita melihat dalam beberapa tempat sudah ada penertiban sudah disampaikan kepada pengguna jalan. Tetapi kan ini masih berjalan sepotong-sepotong tidak secara keseluruhan," ungkapnya.
Maka, lanjut dia, kasus ini harus menyadarkan semua bahwa hilangnya nyawa itu bisa terjadi dimana saja tanpa orang menyadari. "Sebenarnya tidak ada kesalahan apa-apa bagi pengguna jalan atau korban itu. Mereka sudah pada posisi yang tepat untuk berjalan kaki," ungkapnya.
Dia mengatakan, kalau tuntutan terhadap pelaku hanya karena kelalaian memang itu terlalu ringan. Dia melihat pada kasus ini harusnya dilakukan hukuman yang maksimal karena mengakibatkan korban yang cukup banyak.
"Kemudian dia narkoba dan bukan hanya sekedar lalai. Maka saya yakin akan dijerat dengan pasal berlapis," tuntasnya.
Seperti diketahui, tabrakan maut Minggu (22/1) pagi itu merenggut sembilan nyawa dan beberapa manusia lainnya terluka parah.
Hasil tes urine di RS Kramat Jati, Jakarta, pengemudi Daihatsu Xenia, Apriani Susanti (29) positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu."Pengemudi positif menggunakan sabu-sabu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, Senin (23/1/2012). (boy/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2012/01/24/...Hiburan-Malam-
Tempat Hiburan Malam Gudangnya Maksiat ga perlu dirazia mendingan langsung ditutup aja...
Apalagi, pengemudi Daihatsu Xenia, Apriani Susanti (29) positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu setelah menjalani tes di RS Kramat Jati, Jakarta. Bekas Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan, itu menambahkan kalau dilihat dari tempat kejadian menunjukkan bahwa pengemudi betul-betul lalai.
"Ya, pertama kita sedih dan ada rasa marah masyarakat yang betul-betul menjadi korban kecerobohan dari seorang yang mengemudi yang katakanlah menggunakan narkoba kemudian menewaskan korban sembilan orang," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (24/1), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Ia menegaskan, perlu ada razia cukup besar kepada tempat hiburan malam yang memberikan kebebasan untuk menggunakan narkoba, minuman keras (keras) dan sebagainya yang berlebihan sehingga akan menimbulkan korban yang cukup banyak.
Yang kedua, Pramono mengatakan, perlunya Pemda DKI Jakarta memikirkan perlindungan terhadap orang yang menggunakan jalan untuk berjalan kaki. "Kan kita melihat dalam beberapa tempat sudah ada penertiban sudah disampaikan kepada pengguna jalan. Tetapi kan ini masih berjalan sepotong-sepotong tidak secara keseluruhan," ungkapnya.
Maka, lanjut dia, kasus ini harus menyadarkan semua bahwa hilangnya nyawa itu bisa terjadi dimana saja tanpa orang menyadari. "Sebenarnya tidak ada kesalahan apa-apa bagi pengguna jalan atau korban itu. Mereka sudah pada posisi yang tepat untuk berjalan kaki," ungkapnya.
Dia mengatakan, kalau tuntutan terhadap pelaku hanya karena kelalaian memang itu terlalu ringan. Dia melihat pada kasus ini harusnya dilakukan hukuman yang maksimal karena mengakibatkan korban yang cukup banyak.
"Kemudian dia narkoba dan bukan hanya sekedar lalai. Maka saya yakin akan dijerat dengan pasal berlapis," tuntasnya.
Seperti diketahui, tabrakan maut Minggu (22/1) pagi itu merenggut sembilan nyawa dan beberapa manusia lainnya terluka parah.
Hasil tes urine di RS Kramat Jati, Jakarta, pengemudi Daihatsu Xenia, Apriani Susanti (29) positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu."Pengemudi positif menggunakan sabu-sabu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, Senin (23/1/2012). (boy/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2012/01/24/...Hiburan-Malam-
Tempat Hiburan Malam Gudangnya Maksiat ga perlu dirazia mendingan langsung ditutup aja...
Sakarob13 24 Jan, 2012
Mr. X 24 Jan, 2012
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/dpr-desak-razia-hiburan-malam.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


0 komentar to “DPR Desak Razia Hiburan Malam”